Up to $400 OFF · Smell-Free Summer

: The film is not currently featured on major mainstream Indonesian streaming services like Netflix Indonesia, Vidio, or Disney+ Hotstar. Video Archives : You can find full versions of the movie on

This public link is valid for 7 days and shares a thread, including any personal information you added. This link or copies made by others cannot be deleted. If you share with third parties, their policies apply. Can’t copy the link right now. Try again later.

All Things Fair (1995), known in Swedish as Lust och fägring stor , is a critically acclaimed period drama that explores a controversial and forbidden relationship during World War II. Release Date: November 3, 1995 (Sweden). Director: Bo Widerberg (his final film). Genre: Drama, Romance, War. Runtime: 130 minutes. Country: Sweden. Plot Summary

All Things Fair (judul asli Swedia: Lust och fägring stor ) adalah film drama tahun 1995 yang disutradarai oleh Bo Widerberg. Berlatar belakang Perang Dunia II di Swedia, film ini mengeksplorasi hubungan terlarang yang kontroversial antara seorang guru dan muridnya. Ringkasan Cerita (Sinopsis)

Menonton film klasik Eropa yang menggunakan bahasa asli (dalam hal ini bahasa Swedia) memiliki tantangan tersendiri bagi penonton di Indonesia. Pencarian dengan kata kunci marak dilakukan karena beberapa alasan utama:

(judul asli: Lust och fägring stor ) merupakan film drama era 1995 asal Swedia hasil arahan sutradara legendaris Bo Widerberg. Mengambil latar belakang kota Malmö pada masa Perang Dunia II tahun 1943, film ini menyoroti jalinan asmara terlarang antara seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun bernama Stig dengan guru biologinya yang berusia 37 tahun, Viola. Di Indonesia, film klasik erotis yang penuh gejolak emosi ini sering dicari dengan kata kunci "film All Things Fair sub indo" oleh para pencinta sinema arthouse Eropa yang menginginkan terjemahan bahasa Indonesia.