Lord Naritsugu is a psychopath who rapes, kills, and mutilates innocent people for fun—including women and children—but is protected by his royal status. No one dares to stop him because harming a member of the Shogun's family means ritual suicide (seppuku) for the perpetrator and their entire clan.
Jika subtitle melompat lebih cepat atau lebih lambat dari dialog:
Film ini mempertanyakan esensi dari Bushido (jalan hidup samurai). Apakah kesetiaan buta kepada pemimpin yang zalim (seperti yang dilakukan Hanbei) lebih mulia daripada melanggar hukum demi melindungi kemanusiaan (seperti yang dilakukan Shinzaemon)? Tips dan Panduan Tempat Nonton Film 13 Assassins
Mencari info tentang kata kunci mengantarkan Anda pada salah satu mahakarya sinema chanbara (film pedang samurai) modern yang paling brutal dan spektakuler. Disutradarai oleh sutradara legendaris Jepang, Takashi Miike , film ini merupakan remake dari film klasik tahun 1963 karya Eiichi Kudo. Melalui sentuhan tangan dingin Miike, versi 2010 ini menjelma menjadi sebuah ode epik tentang kehormatan, kesetiaan, dan pertempuran tak henti selama 45 menit yang diakui sebagai salah satu adegan aksi terbaik dalam sejarah perfilman.
Chariot vide
Lord Naritsugu is a psychopath who rapes, kills, and mutilates innocent people for fun—including women and children—but is protected by his royal status. No one dares to stop him because harming a member of the Shogun's family means ritual suicide (seppuku) for the perpetrator and their entire clan.
Jika subtitle melompat lebih cepat atau lebih lambat dari dialog:
Film ini mempertanyakan esensi dari Bushido (jalan hidup samurai). Apakah kesetiaan buta kepada pemimpin yang zalim (seperti yang dilakukan Hanbei) lebih mulia daripada melanggar hukum demi melindungi kemanusiaan (seperti yang dilakukan Shinzaemon)? Tips dan Panduan Tempat Nonton Film 13 Assassins
Mencari info tentang kata kunci mengantarkan Anda pada salah satu mahakarya sinema chanbara (film pedang samurai) modern yang paling brutal dan spektakuler. Disutradarai oleh sutradara legendaris Jepang, Takashi Miike , film ini merupakan remake dari film klasik tahun 1963 karya Eiichi Kudo. Melalui sentuhan tangan dingin Miike, versi 2010 ini menjelma menjadi sebuah ode epik tentang kehormatan, kesetiaan, dan pertempuran tak henti selama 45 menit yang diakui sebagai salah satu adegan aksi terbaik dalam sejarah perfilman.